‹ Perpustakaan Nerf
PEMULA6 MENIT

Cara membeli kripto pertama dengan aman di Indonesia

Langkah demi langkah dari memilih bursa terdaftar sampai menyimpan koin, tanpa jalan pintas yang berbahaya.

Membeli kripto pertama kali itu mudah secara teknis. Bagian sulitnya adalah tidak jatuh ke lubang yang sudah menelan banyak orang sebelum kamu: bursa abal-abal, akun yang dibobol, dan uang yang sebenarnya tidak boleh hilang. Artikel ini membahas urutan yang aman, bukan yang tercepat.

1. Tentukan dulu uangnya

Sebelum membuka aplikasi apa pun, tetapkan angka uang yang boleh hilang. Ini uang yang kalau besok jadi nol, hidup kamu tetap berjalan. Bukan dana darurat, bukan pinjaman. Contoh: kalau kamu bisa menyisihkan Rp300 ribu per bulan tanpa mengganggu kebutuhan, mulailah dari situ. Kripto bisa turun puluhan persen dalam hitungan hari.

2. Pilih bursa yang terdaftar dan diawasi

Sejak 10 Januari 2025, pengawasan perdagangan aset kripto di Indonesia berpindah dari Bappebti ke OJK, sesuai UU P2SK. Gunakan bursa yang terdaftar atau berizin di Indonesia, dan cek sendiri daftar resminya di situs regulator. Jangan percaya klaim "resmi" hanya karena ada logo di iklan.

Kami sengaja tidak merekomendasikan bursa tertentu. Daftar resmi bisa berubah, dan keputusan itu sebaiknya kamu periksa langsung dari sumbernya.

Yang sering menjerat: tautan bursa yang dikirim lewat pesan pribadi atau grup, dengan bonus deposit besar. Banyak di antaranya situs tiruan yang hanya menerima uang dan tidak pernah mengembalikannya.

3. Daftar dan verifikasi identitas

Bursa yang terdaftar akan meminta KTP dan verifikasi wajah. Ini normal dan justru tanda bursa mengikuti aturan. Bursa yang tidak meminta apa pun untuk menerima rupiah patut dicurigai.

4. Kunci akun kamu sebelum menyetor uang

5. Setor kecil dulu, lalu coba tarik

Setor jumlah kecil, misalnya Rp100 ribu (contoh), lalu coba tarik kembali ke rekening kamu. Kalau proses penarikan lancar, kamu tahu jalurnya bekerja. Ini langkah yang paling sering dilewati, padahal paling murah.

6. Membeli: pahami jenis order

Market order langsung membeli di harga yang tersedia. Cepat, tapi di koin sepi harganya bisa lebih buruk dari yang terlihat (slippage). Limit order membeli hanya di harga yang kamu tentukan. Untuk pemula, limit order di koin besar biasanya lebih tenang.

Ingat juga biaya. Backtest Nerf Engine V4 mengasumsikan biaya 0,2% per trade. Bursa lokal punya struktur biayanya sendiri; cek sebelum bertransaksi.

7. Mulai dari yang paling likuid

Untuk pembelian pertama, koin besar dengan volume tinggi lebih masuk akal dibanding koin kecil yang sedang ramai. Koin kecil memang bisa naik cepat, tapi data Radar Pump kami menunjukkan koin dengan perilaku mirip pump (skor ≥65) punya median hasil 30 hari −17,6%.

8. Simpan dengan sadar

Koin di bursa berarti kamu mempercayakan penyimpanannya kepada bursa. Memindahkan ke dompet pribadi memberi kendali penuh, tapi juga tanggung jawab penuh: kehilangan frasa pemulihan (seed phrase) berarti kehilangan koin selamanya. Jangan pernah mengetik seed phrase di situs mana pun dan jangan memotretnya.

9. Catat dan pahami pajak

Transaksi kripto di Indonesia dikenai pajak (PPh final dan PPN). Bursa terdaftar umumnya memotong langsung. Tarif bisa berubah, jadi cek aturan terbaru. Catat setiap transaksi; Jurnal di Nerfcrypto bisa membantu.

Ringkasnya

Uang yang boleh hilang, bursa terdaftar yang kamu cek sendiri, akun terkunci, setor kecil dan uji penarikan, baru membeli. Tidak ada langkah yang membuat kamu kaya lebih cepat, tapi setiap langkah membuat kamu lebih kecil kemungkinan kehilangan semuanya karena hal bodoh.

Nerf Engine V4 memantau 389 koin otomatis 24/7 — lengkap dengan Radar Pump, Bedah Koin, dan Lab Backtest dalam satu Akun Nerf. Mulai gratis →
BACA JUGA
PEMULA Apa itu stablecoin dan kenapa USDT pentingMENENGAH Membaca funding rate & open interestPEMULA Pump & dump kripto: sembilan cirinyaMENENGAH Kenapa altcoin sering kalah dari Bitcoin